Tadi sore sepulangnya dari rutinitas keseharian, kudapatkan sebuah bingkisan unik tergeletak dimeja INSPIRASI Ku. Karena lemasnya tubuh dan lelahnya pikiranKu, kado kecil itu tidak begitu kuhiraukan. Ritual wajib ketika sampai ke rumah tetap kujalani seperti biasa, mandi dan santai sejenak bercengkrama dengan para putra mahkotaKu, sembari menunggu permaisuri kelar dari kantornya. Sampai gelap merayap menyelimuti rumah dan bumiKu, bungkusan berwarna pink itu tidak begitu membuatku tertarik. BatinKu menduga bahwa itu adalah buah karya para pendekar-pendekar cilikKu. Baru tadi, saat meja itu menjalankan tugasnya menjadi tempat persiapan tugasku besok dan waktu dia akan ku singkirkan. Terbaca olehku sebuah nama yang sangat berpengaruh dalam hidupku.
Bapak Ir. Matheus, M.Sc.
Spontan kuraih dan dengan hati-hati ku buka pembungkusnya.
Ya Tuhan.
Sebuah miniatur cincin perkawinan. Mungil tapi Indah. Dan sebuah goresan yang berbunyi :
Nak. Darto dan Rita Ytc.
Maaf kalau untuk kali ini, bapak tidak bisa langsung datang dan memberi ucapan selamat buat kalian. Selamat HUT Perkawinan yang ke-10. Semoga kalian semakin matang dalam melangkah serta semakin bijak dalam membesarkan anak. Ingat ! Memelihara Cinta jauh lebih sulit dari menemukannya. Karnanya letakkanlah dia di setiap penggalan kalimat kala bertutur dan dalam setiap helaan kala bernafas serta setiap gerak kala berbuat. Cinta itu Mulia adanya, jangan sekali-kali coba meragukannya apalagi menghianatinya. Cinta itu Indah adanya karna itu jangan pernah ingin mengotorinya dengan keegoisan. Mencintai sama artinya dengan menerima kekurangan dan kelebihan orang yang kita cintai. Jangan pernah katakan Cinta untuk suatu tujuan sesaat, karena cinta adalah awal dan akhir kehidupan. Cinta itu adil, dia tidak pernah meminta lebih dari yang seharusnya dia dapatkan. Cinta adalah Kasih, Cinta itu lemah lembut, cinta itu sabar, cinta itu murah hati, cinta itu tidak dendam, cinta itu tidak cemburu, cinta itu Setia dan cinta itu mau berbagi.
Salam cium dan sayang bapak buat Nanda dan Dwiandra serta kalian sekeluarga.
Semoga Kasih dan Damai Tuhan Yesus Kristus Selalu bersama Kita. Amin.
Salam Sayang,
Matheus
Akh…., Begitu tulus dan Perhatian beliau. Rasanya tidak ada yang pantas dijadikan tandingan untuk semuanya itu. Pak Matheus dan Ibu Dra. Hartati adalah wali perkawinan kami 10 th yang lalu. Ada satu petuah perkawinan yang beliau-beliau sampaikan dan tidak pernah kami lupakan. Kira-kira begini: “ Cinta tidak bisa dijelaskan dengan Logika tapi dia bisa di rasakan dengan Hati. Harap di Ingat. Pasangan kita bukanlah orang yang cocok dengan kita seperti terbayang dalam dunia Pacaran. Justru pada waktunya kita akan sadar tidak ada pasangan yang cocok dari awalnya. Proses pencocokan itu terjadi kala kita hidup bersama dalam sebuah perkawinan. Disinilah makna cinta terasa. Kalau kita tidak mendasari kebersamaan kita dengan cinta yang utuh, maka pada saat proses pencocokan itulah semuanya bisa berantakan”.
Trima kasih Tuhan. Engkau telah menghadirkan orang-orang yang berhati mulia disekitar kami. Orang tua, sanak saudara dan masyarakat. Kami akan coba bagi rasa Cinta itu untuk semua orang demi mereka.
